PanduanHosting.id
Artikel ini mengandung tautan afiliasi. Kami mungkin mendapat komisi jika kamu melakukan pembelian melalui tautan kami.
Tutorial

Cara Upload Website ke Hosting (File Manager & FTP, 2025)

✍ Tim PanduanHosting πŸ”„ Diperbarui Mei 2026

Setelah website selesai dibuat di komputer lokal, langkah selanjutnya adalah menguploadnya ke hosting agar bisa diakses siapapun di internet. Artikel ini membahas cara upload website ke hosting menggunakan dua metode paling umum: cPanel File Manager dan FTP.

Persiapan Sebelum Upload

Pastikan kamu sudah menyiapkan:

  1. File website yang siap β€” semua file HTML, CSS, JavaScript, gambar sudah final
  2. Akun hosting aktif dengan domain yang sudah terhubung
  3. Informasi akses cPanel β€” username, password, dan URL cPanel (dari email konfirmasi hosting)

Memahami Struktur Folder Hosting

Sebelum upload, penting memahami struktur folder di hosting:

/home/usernamecpanel/
β”œβ”€β”€ public_html/         ← Folder utama website (root domain)
β”‚   β”œβ”€β”€ index.html       ← Halaman utama website
β”‚   β”œβ”€β”€ about.html
β”‚   β”œβ”€β”€ images/
β”‚   └── css/
β”œβ”€β”€ www β†’ public_html    ← Symlink ke public_html
└── [folder lain]        ← File sistem hosting (jangan diubah)

public_html adalah folder kunci β€” semua file website yang ingin bisa diakses via browser harus diletakkan di sini (atau di subfolder di dalamnya).

Metode 1: Upload via cPanel File Manager

File Manager adalah cara termudah untuk upload file kecil hingga menengah langsung dari browser.

Langkah 1: Buka File Manager

  1. Login ke cPanel
  2. Di bagian β€œFiles”, klik β€œFile Manager”
  3. File Manager akan terbuka di tab browser baru

Langkah 2: Navigasi ke public_html

  • Di panel kiri, klik β€œpublic_html”
  • Atau klik folder public_html di area utama

Langkah 3: Upload File

Untuk upload file tunggal atau beberapa file:

  1. Klik tombol β€œUpload” di toolbar atas
  2. Drag and drop file ke area upload, atau klik β€œSelect File” untuk pilih dari komputer
  3. Tunggu proses upload selesai
  4. Klik β€œGo Back” untuk kembali ke File Manager

Untuk upload seluruh website (banyak file):

Cara paling efisien adalah dengan mengompres folder website menjadi file ZIP terlebih dahulu:

  1. Di komputer lokal, pilih semua file website β†’ klik kanan β†’ β€œSend to Compressed (zipped) folder” (Windows) atau β€œCompress” (Mac)
  2. Upload file ZIP tersebut ke public_html via File Manager
  3. Setelah upload selesai, klik kanan file ZIP β†’ pilih β€œExtract”
  4. Konfirmasi path ekstraksi (pastikan ke public_html)
  5. Hapus file ZIP setelah ekstraksi

Langkah 4: Verifikasi

Buka namadomain.com di browser. Jika halaman utama website muncul, upload berhasil!

Tips: Jika ada file index.html yang sudah ada (dari default hosting), hapus atau timpa dengan file index.html website kamu.

Metode 2: Upload via FTP dengan FileZilla

FTP (File Transfer Protocol) lebih cepat dan lebih andal untuk upload file dalam jumlah besar. FileZilla adalah FTP client gratis yang paling populer.

Langkah 1: Install FileZilla

Download FileZilla Client (gratis) dari situs resminya dan install di komputer.

Langkah 2: Dapatkan Informasi FTP

Login ke cPanel β†’ cari β€œFTP Accounts”. Lihat:

  • FTP Host/Server: biasanya ftp.namadomain.com atau namadomain.com
  • FTP Username: username cPanel kamu atau akun FTP khusus
  • FTP Password: password cPanel atau password FTP
  • Port: 21 (FTP standar) atau 22 (SFTP, lebih aman)

Untuk keamanan lebih, buat akun FTP khusus di cPanel β†’ FTP Accounts β†’ Create an FTP Account dengan akses terbatas ke folder public_html saja.

Langkah 3: Hubungkan ke Server

  1. Buka FileZilla
  2. Di bagian QuickConnect (atas), isi:
    • Host: ftp.namadomain.com atau sftp://namadomain.com untuk SFTP
    • Username: username FTP
    • Password: password FTP
    • Port: 21 (FTP) atau 22 (SFTP)
  3. Klik β€œQuickconnect”

Jika berhasil, panel kanan (server) akan menampilkan file-file di hosting. Jika muncul peringatan β€œUnknown host key”, klik β€œOK” / β€œAccept” untuk melanjutkan.

Langkah 4: Navigasi ke public_html

Di panel kanan (server):

  • Klik / atau .. untuk ke root
  • Klik public_html

Langkah 5: Upload File

Di panel kiri (komputer lokal), navigasi ke folder website kamu.

Pilih dan upload file:

  • Drag file dari panel kiri ke panel kanan
  • Atau klik kanan file β†’ β€œUpload”

FileZilla akan menampilkan progress transfer di bagian bawah.

Upload seluruh folder:

  • Di panel kiri, navigasi ke folder induk website kamu
  • Pilih semua file dan folder di dalamnya (Ctrl+A)
  • Drag ke panel kanan (public_html)

Langkah 6: Tunggu Selesai

Waktu upload tergantung ukuran file dan kecepatan internet. FileZilla menampilkan queue dan status transfer di bagian bawah.

Mengupload Website WordPress

Jika kamu sudah membuat website WordPress di komputer lokal (dengan XAMPP atau Laragon) dan ingin memindahkannya ke hosting:

Metode A: Export-Import WordPress

  1. Di lokal: install plugin β€œAll-in-One WP Migration”
  2. Export website β†’ download file .wpress
  3. Di hosting: install WordPress baru via Softaculous
  4. Import file .wpress melalui plugin yang sama

Metode B: Manual (Lebih Lengkap)

Upload file:

  1. Kompres folder WordPress lokal menjadi ZIP
  2. Upload ke public_html dan ekstrak (via File Manager)

Upload database:

  1. Di lokal: buka phpMyAdmin (biasanya di localhost/phpmyadmin)
  2. Pilih database WordPress β†’ tab β€œExport” β†’ β€œGo” β†’ download file .sql
  3. Di hosting: buka phpMyAdmin dari cPanel
  4. Buat database baru, buat user database, assign user ke database
  5. Import file .sql tadi

Update konfigurasi:

  1. Di hosting, buka File Manager β†’ public_html/wp-config.php
  2. Update: DB_NAME, DB_USER, DB_PASSWORD sesuai database baru di hosting
  3. Update DB_HOST ke localhost

Update URL:

  1. Login ke WordPress admin
  2. Pengaturan β†’ Umum β†’ update WordPress Address dan Site Address ke domain hosting

Masalah Umum dan Solusinya

Website menampilkan blank/putih setelah upload

  • Cek apakah index.html atau index.php ada di public_html
  • Buka browser console (F12) untuk melihat error CSS/JS

File CSS atau gambar tidak muncul

  • Periksa path file β€” case sensitive di Linux server (berbeda dengan Windows)
  • images/foto.JPG β‰  images/foto.jpg di hosting Linux

Error β€œ403 Forbidden”

  • Permission file harus: file = 644, folder = 755
  • Di File Manager: pilih file β†’ klik kanan β†’ β€œChange Permissions” β†’ set ke 644

Upload gagal karena file terlalu besar

  • cPanel File Manager biasanya punya batas upload ~50–100MB
  • Untuk file besar, gunakan FTP yang tidak ada batasnya

FAQ: Upload Website ke Hosting

Berapa ukuran maksimal upload di File Manager cPanel?

Umumnya 50–256MB per file. Untuk website yang lebih besar, kompres menjadi ZIP dan upload, atau gunakan FTP yang tidak dibatasi ukuran.

Apakah file di public_html langsung online?

Ya, segera setelah diupload. Tidak perlu β€œpublish” atau tindakan tambahan apapun.

Bisakah upload website tanpa domain aktif?

Ya, tapi akses via IP langsung atau temporary URL yang disediakan hosting. Domain hanya diperlukan agar pengunjung bisa mengaksesnya dengan nama yang mudah diingat.

Perbedaan FTP dan SFTP?

FTP (port 21) mengirim data tanpa enkripsi. SFTP (SSH File Transfer Protocol, port 22) mengenkripsi semua data yang ditransfer. Gunakan SFTP jika tersedia untuk keamanan lebih baik.

Apakah perlu hapus file lama sebelum upload yang baru?

Tidak harus, tapi disarankan untuk menghindari konflik. Jika mengupload versi baru website, hapus file lama dulu atau pastikan semua file lama tertimpa.

Kesimpulan

Upload website ke hosting bisa dilakukan dengan dua cara utama β€” File Manager untuk kemudahan, FTP untuk kecepatan dan volume besar. Pilih metode yang sesuai dengan ukuran website dan kenyamananmu.

Setelah upload selesai, jangan lupa test semua halaman dan link untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.

Butuh hosting untuk upload website? Niagahoster dan Hostinger menyediakan cPanel dengan File Manager dan FTP yang mudah digunakan, plus support yang siap membantu jika ada masalah.

Artikel Terkait

Coba Sekarang