Cara Setting Domain ke Hosting: Panduan DNS Lengkap (2025)
Membeli domain dan hosting dari tempat berbeda adalah hal yang umum. Tapi untuk website bisa berjalan, domain harus βdiarahkanβ ke server hosting. Artikel ini menjelaskan cara setting domain ke hosting melalui dua metode: update nameserver dan update DNS record.
Domain vs Hosting: Apa Bedanya?
Sebelum masuk ke teknis, pahami dulu perbedaannya:
- Domain β alamat website kamu (contoh:
tokobaju.com). Didaftarkan di registrar domain. - Hosting β βtempat tinggalβ file website. Di sinilah konten website disimpan.
Domain dan hosting bisa dibeli di tempat yang sama (lebih mudah, otomatis terhubung) atau di tempat berbeda (butuh setting manual).
Dua Cara Menghubungkan Domain ke Hosting
Metode 1: Ganti Nameserver (Direkomendasikan)
Mengalihkan semua pengelolaan DNS ke hosting baru. Lebih mudah karena selanjutnya semua pengaturan dilakukan di cPanel hosting.
Kapan digunakan: Ketika kamu ingin semua email, subdomain, dan DNS dikelola oleh hosting baru.
Metode 2: Update DNS Record (A Record)
Hanya mengarahkan domain ke IP hosting, tanpa memindahkan pengelolaan DNS.
Kapan digunakan: Ketika kamu ingin mempertahankan setting DNS lain (email di Google Workspace, CDN, dll.) tapi hosting websitenya pindah.
Langkah Awal: Temukan IP dan Nameserver Hosting Baru
Sebelum setting apapun, cari dulu informasi dari hosting baru:
Di cPanel Niagahoster / cPanel biasa:
- Login ke cPanel
- Scroll ke bagian Server Information atau cek email welcome
- Catat IP Address server dan Nameserver
Di hPanel Hostinger:
- Login ke hPanel
- Masuk ke Hosting β Kelola
- Klik DNS / Nameservers di sidebar
- Catat nameserver yang tertera
Informasi ini biasanya juga ada di email konfirmasi aktivasi hosting.
Cara Setting via Ganti Nameserver
Step 1: Login ke Registrar Domain
Login ke tempat kamu mendaftarkan domain:
- Niagahoster: member.niagahoster.co.id
- Domainesia: member.domainesia.com
- GoDaddy: godaddy.com
- Namecheap: namecheap.com
- Dewaweb: dewaweb.com
Step 2: Temukan Pengaturan Domain
- Cari menu Domain atau My Domains
- Klik domain yang ingin diarahkan
- Cari opsi Nameserver, DNS Settings, atau Manage DNS
Step 3: Ganti Nameserver
Contoh nameserver dari hosting umum:
Niagahoster:
ns1.niagahoster.com
ns2.niagahoster.com
Hostinger:
ns1.dns-parking.com
ns2.dns-parking.com
Dewaweb:
ns1.dewaweb.com
ns2.dewaweb.com
Langkah:
- Pilih opsi βCustom Nameserversβ atau βUse Custom DNSβ
- Hapus nameserver lama
- Masukkan nameserver hosting baru (ns1 dan ns2)
- Simpan perubahan
Step 4: Tunggu Propagasi DNS
Setelah nameserver diubah, butuh waktu propagasi:
- Minimum: 15β30 menit
- Rata-rata: 2β8 jam
- Maksimum: 48 jam (sangat jarang)
Selama propagasi, beberapa pengunjung mungkin masih melihat website lama atau halaman error. Ini normal.
Cek status propagasi:
- Gunakan whatsmydns.net untuk cek apakah propagasi sudah merata
- Atau ping domain dari Command Prompt:
ping namadomain.comβ jika IP-nya sudah IP hosting baru, propagasi berhasil
Cara Setting via DNS Record (A Record)
Metode ini lebih spesifik β hanya mengarahkan domain utama ke hosting, tanpa memindahkan nameserver.
Step 1: Temukan IP Hosting
Dapatkan IP Address server hosting dari:
- Email konfirmasi hosting
- Dashboard cPanel β Server Information
- Hubungi support hosting
Step 2: Edit DNS Record di Registrar
- Login ke registrar domain
- Masuk ke pengaturan DNS domain
- Cari record dengan Type: A dan Name: @ (atau
namadomain.com) - Edit nilainya: ganti IP lama dengan IP hosting baru
- Simpan
Contoh tampilan DNS record:
Type Name Value TTL
A @ 103.xxx.xxx.xxx Auto
A www 103.xxx.xxx.xxx Auto
Tambahkan record www juga (mengarahkan www.namadomain.com):
- Type: A
- Name: www
- Value: IP hosting baru
Step 3: Tunggu Propagasi
Sama seperti nameserver β perlu 1β48 jam, tapi perubahan A Record biasanya lebih cepat propagasinya (1β4 jam).
Setting Subdomain
Setelah domain utama terhubung, kamu bisa buat subdomain untuk bagian tertentu website:
Di cPanel (jika nameserver sudah ke hosting):
- cPanel β Subdomains
- Isi nama subdomain (contoh:
blog) - Pilih domain utama
- cPanel otomatis membuat folder
blog.namadomain.com
Contoh subdomain umum:
blog.namadomain.comβ blog terpisahtoko.namadomain.comβ toko onlinemail.namadomain.comβ webmaildev.namadomain.comβ environment development
Setting Email Domain
Jika menggunakan email bisnis dengan domain sendiri (nama@namadomain.com):
Menggunakan cPanel Hosting:
- cPanel β Email Accounts
- Buat email baru dengan domain kamu
- Email langsung aktif tanpa perlu setting MX record
Menggunakan Google Workspace: Jika ingin email di Gmail tapi dengan domain sendiri:
- Daftar Google Workspace
- Dapatkan MX record dari Google
- Tambahkan MX record di DNS domain atau cPanel
Contoh MX record Google:
Type Priority Value
MX 1 aspmx.l.google.com
MX 5 alt1.aspmx.l.google.com
MX 10 alt2.aspmx.l.google.com
Setting SSL Setelah Domain Aktif
Setelah domain berhasil diarahkan ke hosting, aktifkan SSL:
Di cPanel:
- cPanel β SSL/TLS atau Letβs Encrypt SSL
- Pilih domain
- Klik Install Certificate
Di hPanel Hostinger:
- hPanel β SSL
- Klik Setup pada domain
- Pilih Letβs Encrypt (gratis)
SSL aktif dalam 5β15 menit. Website bisa diakses via https://.
Troubleshooting: Domain Tidak Bisa Diakses
Domain masih menampilkan halaman lama / halaman hosting lama:
- Propagasi DNS belum selesai β tunggu 24 jam
- Clear cache browser: Ctrl+Shift+Delete
- Test dari browser lain atau mode incognito
Website menampilkan error βThis site canβt be reachedβ:
- Propagasi belum selesai
- IP/nameserver salah β cek ulang
- WordPress belum terinstall di hosting baru
SSL tidak aktif setelah domain diarahkan:
- Tunggu 15β30 menit setelah domain aktif baru install SSL
- Jika tetap gagal, hubungi support hosting
Email tidak masuk setelah ganti nameserver:
- Cek MX record β pastikan MX record untuk email sudah dikonfigurasi di hosting baru
- Jika menggunakan Google Workspace, tambahkan MX record Google di DNS
FAQ: Setting Domain
Berapa lama propagasi DNS? Biasanya 1β24 jam. Dalam kasus tertentu bisa sampai 48 jam. Faktor yang mempengaruhi: TTL (Time to Live) dari DNS record sebelumnya dan DNS resolver yang digunakan.
Apakah website down saat propagasi? Website bisa intermittent (kadang bisa diakses, kadang tidak) selama propagasi. Untuk meminimalkan downtime, setup hosting baru dulu dan test sebelum pindahkan nameserver.
Bisa tidak pakai domain .id untuk hosting internasional? Bisa. Domain .id bisa digunakan dengan hosting di manapun di dunia. Tidak ada batasan.
Apa bedanya nameserver dan DNS record? Nameserver menentukan βsiapa yang bertanggung jawabβ mengelola DNS domain kamu. DNS record adalah instruksi spesifik dalam pengelolaan itu (seperti A record yang menunjuk ke IP, MX record untuk email, dll.).
Kesimpulan
Setting domain ke hosting adalah proses satu kali yang perlu dilakukan setiap kali kamu pindah hosting atau menggunakan domain dari tempat berbeda. Metode nameserver lebih mudah untuk pemula karena selanjutnya semua dikelola di cPanel hosting.
Butuh hosting yang mudah dikonfigurasi?
- Niagahoster β support bahasa Indonesia untuk bantu setting domain
- Hostinger β panduan setup DNS tersedia di knowledge base
Artikel Terkait
Cara Backup Website di cPanel (Panduan Lengkap 2025)
Tutorial cara backup website di cPanel secara manual dan otomatis. Lindungi data website kamu dari kehilangan data, error, atau serangan hacker.
Cara Buat Blog WordPress dari Nol (Panduan Lengkap 2025)
Tutorial cara membuat blog WordPress sendiri dari nol. Dari memilih hosting, install WordPress, pilih tema blog, hingga posting artikel pertama. Step-by-step untuk pemula.
Cara Buat Email Bisnis dengan Domain Sendiri (Gratis via cPanel, 2025)
Tutorial cara buat email bisnis profesional dengan domain sendiri seperti nama@perusahaan.com menggunakan cPanel. Gratis, tanpa biaya tambahan, selesai dalam 5 menit.